Zulva "Jeritan Hati"





Zulva membuka celah akan diapresiasikannya kembali musik pop melayu populer di industri musik tanah air.
Apakah masih ada ruang bagi musik pop melayu populer? Setelah kesuksesan yang dibuat Kangen band, Salju, Papinka atau ST 12 yang lantas tergeser dengan gempuran gaya musik baru yang diimpor dari Korea, nampaknya eksistensi pop melayu populer kian tak mendapat tempat di musik Indonesia.
Kenalkan Zulva, penyanyi asal Balikpapan yang ingin mendulang sukses dengan talenta serta asupan musik yang mereka suka. Berangkat ke Jakarta, mereka mencoba peruntungannya dengan apa yang mereka punya. Hasilnya? Sebuah hibrida positif dari elemen-elemen terbaik dari kesederhanaan Kangen Band, romantisme akustik dari Salju band dan ST 12. Zulva berusaha ruang bagi musik melayu populer untuk eksis dan diterima kembali di industri musik Indonesia.
Tak ada referensi, sumber apapun tentang musisi yang satu ini, karena memang dia masih segar dan belum mendapat tempat di media dan lainnya. Namun demikian, tak lantas menjadikan Zulva tak layak untuk didengarkan. Bagi penikmat musik-musik pop melayu populer yang haus akan generasi baru, maka Zulva adalah salah satu pilihan yang terbaik.
“Jeritan Hati” begitu judul lagu Zulva, dibuka dengan perpaduan halus gitar akustik yang mengiringi melodi cello imitatif. “Jeritan Hati” meraup semua angle dari soundtrack kesedihan dan patah hati. Irama lambat, gitar akustik, rintihan cello dan tarikan vokal yang sedih. 
Nuansa kesedihan sudah dimulai dari lirik pertama, puncaknya adalah bagian reff yang menggambarkan sang penulis yang menjeritkan doa kepada sang maha Pencipta,

baru saja aku menyayangi
baru saja aku mencintai
sudah harus terluka
batin dan jiwaku
aku akan setia tuk menanti
walau sampai akhir hayat ini
Tuhan dengarlah jeritanku
jangan kau pisahkan kami
Semua kesedihan tercampur baur dengan baik di lagu ini. Emosinya terbangun sempurna, dan bila anda pendengar yang tengah dirudung duka akibat ditinggal hubungan dan lain sebagainya, maka ini lagu yang pas untuk mengiringi soundtrack kesedihan anda.
Apakah dengan kehadiran Zulva bisa membuka kembali celah untuk musik melayu populer yang kian sempit? Well, kita doakan saja, karena keberagaman akan membuat musik pop Indonesia lebih kaya.
Semoga “Jeritan Hati” Zulva bisa diterima di insan musik tanah air.

0 komentar:

Posting Komentar