Veteran rock 90-an, Sang Alang mengajak Indonesia untuk bersatu mengatasi perbedaan lewat single terbarunya, “Indonesia Satu”
Hari ini, pasca Pemilu Legislatif dan di tengah kondisi menjelang Pilpres, suhu politik kian memanas. Di sana-sini banyak terjadi konflik, dari mulai di tatanan elit politik, para pengamat politik, dan para rakyat pendukung partai. Arah dan tujuannya sama, mana yang pantas dan cocok untuk jadi presiden dan wakil presiden serta kemana tujuan negara kita.
Padahal apapun bendera yang kita usung, apapun partai dan pandangan politiknya tujuannya sama, memajukan Tanah air Indonesia menjadi bangsa yang kuat, aman dan nyaman untuk ditinggali.
Visi ini yang hendak dibangun Sang Alang, veteran rock era 90-an yang muncul kembali dengan single terbarunya, “Indonesia Satu”.
Lewat lagu yang lirik serta musiknya digarap sendiri, “Indonesia Satu” jelas dalah statemen tebal yang merupakan jawaban akan semua konflik yang terjadi di tanah air kita ini.
“Intinya perdamaian dan persatuan di antara anak-anak bangsa adalah kunci bagi membangun Indonesia untuk menjadi bangsa yang besar” ujar Sang Alang.
Diiringi gaya musik rock yang kental ditengah balada gitar akustik yang dipetik sang Alang membuat lagu ini sepintas seperti sebuah mahakarya lagu cinta tanah air. Gaya balada Iwan Fals terdengar jelas di lagu ini, juga sedikit aroma Gombloh yang dikenal dengan “Kebyar Kebyar”-nya. Simak petikan reff nya,
Oh bangkitkan negriku
Songsonglah Indonesia baru
Bangkitlah bangsaku
Tugas-tugas kita menunggu
Wahai anak-anak bangsa
bergandengan lah dengan cinta
Satu satu lah bersatu
Besar lah indonesiaku
Sebuah anthem yang mengajak semua elemen bangsa, yang adalah anak-anak bangsa untuk menjunjung tinggi rasa persatuan dan perdamaian demi bangsa Indonesia.
Lalu siapakah Sang Alang?
Banyak yang mengira sang Alang adalah nama sebuah grup band, namun sebenarnya Sang Alang adalah seorang penyanyi dan penulis lagu.
Nama Sang Alang turut meramaikan blantika musik Indonesia di era ‘90an. Ia mengawai karir bermusiknya sebagai penyanyi jalanan. Ketika remaja, ia sempat mengikuti Festival Penyanyi Jalanan di tahun 1986 dan menjadi juara 1 tingkat Jakarta Pusat, tahun 1 tingkat DKI, dan di tahun yang sama, ia pun juga menjadi juara festival Pengamen sejabotabek hingga juara III Nasional.
Di tahun 1995, Sang Alang merilis album pertama bertajuk Sendiri. Album yang diproduksi oleh HP Records dan diedarkan oleh Musica Studio ini terjual sebanyak 80.000 kopi. Menyusul album kedua, Mengalir, dirilis tahun 1996 oleh Nebula Records, anak perusahaan Musica Studio. Album yang digarap bareng Indra Lesmana ini juga mendulang sukses. Selepas album ini, Sang Alang vakum dari dunia musik selama hampir 2 dekade. Ia lantas berkarya di bidang broadcasting dan advertising dengan mendirikan Adcom [Advertising & Communication] dan Atcom Picture Indonesia [Production House].
Baru setelah sekian lama vakum, di tahun 2010 lalu, ia muncul kembali dengan nama Sang Alang & The Pecunerz dan membuat album bertajuk Ku Datang Lagi. Dan baru di tahun 2013 ini, ia kembali menggunakan nama Sang Alang dan merilis single debutnya yang bertajuk “Apa Maumu”
Dirilis oleh Seven Music, dengan “Indonesia Satu” veteran musik ini kembali dengan harapan bahwa lagunya tak hanya diterima oleh insan musik tanah air, namun juga bisa terdengar di telinga para petinggi bangsa untuk sadar bahwa persatuan dan perdamaian antara sesama manusia adalah segala-galanya untuk membentuk bangsa yang kuat dan maju.

0 komentar:
Posting Komentar