RAN tengah menggarap album baru.
RAN melakukan workshop sambil menggarap album.Workshop, tradisi yang selalu dijalankan RAN saat memproduksi lagu atau album baru.
Alasan lain mengapa membudidayakan workshop, "Bila terlalu bergantung pada satu orang untuk menciptakan lagu lalu suatu saat orang ini mati gaya maka akan berdampak pada materi lagu dan kualitas album keseluruhan," imbuh Rayi.RAN melakukan workshop sambil menggarap album.Workshop, tradisi yang selalu dijalankan RAN saat memproduksi lagu atau album baru.
Itulah penyakit mayoritas band di Indonesia. Satu band terdiri lima orang. Yang menciptakan lagu hanya satu orang. Entah kibordisnya. Entah gitaris. Atau malah vokalis. Jika yang diandalkan sedang mati angin, maka proses penggarapan album bisa terkatung-katung. Mesti menanti sang kreator lagu menemukan mood dan inspirasi. RAN menghindari hal itu.
Menghindari kata "cinta", "kasih", "love", dan "sayang" dalam menulis lirik, tidaklah gampang. "Kami sering keceplosan menulis kata 'cinta' atau 'kasih'. Salah satunya saat menulis lirik lagu 'Begitu Saja'. Menurut saya, tema perselingkuhan kalau ditambahkan kata 'cinta' dalam lirik sebenarnya bisa selesai dalam hitungan menit. Tapi kami mencoba memodifikasi supaya aura cintanya tetap kuat tanpa harus mengobral kata 'cinta' secara lugas. Butuh waktu berjam-jam untuk itu," aku Rayi.
Di album Hari Baru, lagu cinta seolah menjadi indikator proses pendewasaan personel RAN. Mereka melihat cinta tidak melulu soal kasmaran, bosan, janji setia, dan perselingkuhan. RAN melihat cinta dalam banyak perspektif dan menarik relationship ke level lebih detail. Lagu "Curiga" misalnya, mereka bertutur soal seseorang yang mencurigai pasangannya pergi ke mana, bersama siapa, benarkah dia mendua. Padahal belum tentu kecurigaan itu terbukti. Dalam relationship, kepercayaan yang utama.
RAN mengakhiri album keempat dengan nomor "Dekat Di Hati". Tentang pacaran jarak jauh. Sulit menjalani pacaran model begini tapi tidak mustahil. "Pengerjaan albumnya tiga bulan dengan melibatkan banyak sound dan mixing engineer. Kesepuluh lagu yang kami racik, memiliki karakter dan warna musik berbeda. Kami mengajak empat mixing engineer dengan spesialisasi berbeda karakter lagu kami terdengar lebih tegas dan bertenaga. Itu untuk memuaskan pendengar kami," pungkas Rayi.

0 komentar:
Posting Komentar